Minggu, 05 Juni 2022

Jurnal Refleksi

 

JURNAL REFLEKSI

Perjalanan Pendidikan Calon Guru Penggerak telah sampai pada minggu terakhir dibulan mei saya dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam LMS yaitu mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman Modul 3.2 bersama Instruktur Bapak Agni Yoga Airlangga dari Instansi Erudio Indonesia dan mengerjakan tentang koneksi antar materi dan kegiatan aksi nyata dari implementasi modul 3.2 Mengenai Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya.  Dalam mengerjakan  tugas pada minggu ini saat proses membuat koneksi materi aksi langsung banyak memberikan pengalaman secara positif, karena untuk tugas koneksi antar materi dan  aksi nyata ini sangat terikat sekali dalam Pengelolaan Sumber Daya yaitu yang meliputi ekosistem sekolah antara factor biotik dan abiotik. Melalui pemahaman modul 3.2 ini  ada  beberapa hal yang dapat saya refleksikan dengan model 4 F sebagai berikut :

Fact  (Peristiwa) Dalam proses pembelajaran melalui system LMS yaitu  tentang  Modul 3.2 Pengelolan Sumber daya dan saya mencoba membuat artikel artikel tentang koneksi antar materi  modul-modul sebelumnya adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiiki oleh guru dan harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin pembelajaran. Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well being). Dalam implementasi pengelolaan sumber daya di sekolah sangat disarankan menggunakan pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking) dan tidak disarankan menggunakan pendekatan berbasis kekurangan (Deficit Based Thinking).  Pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking) adalah pendekatan yang menekankan pada kekuatan berfikir positif untuk mengoptimalkan potensi yang ada, sedangkan pendekatan berbasis kekurangan adalah pendekatan yang berpusat pada kekurangan, apa yang mengganggu, dan apa yang tidak bekerja. ungkin untuk mewujudkan perubahan dalam pembelajaran yang berpihak pada murid.

Feelings (Peraasaan) Perasaan saya adalah saya senang dan terimpirasi juga dengan materi Instruktur bagaimana mengubah Mainside polapikir sehingga  setelah mencoba membuat koneksi antar materi dan mecoba membuat perencanaan aksi nyata dengan dengan menggunakan teori dalam Modul 3.2  saya dapat membuat kesimpulan “Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya” adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mengenali, menggali, menganalisis, dan memetakan potensi sumber daya/ 7 aset utama (modal manusia, sosial, fisik, alam/ lingkungan, finansial, politik, agama dan budaya) daerah/ sekolahnya dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking), selanjutnya memanfaatakan dan memberdayakan asset-aset tersebut seoptimal m

Finding (Pembelajaran) Dalam proses  pengerjaan tugas di LMS pada minggu ini utamannya mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman, membuat koneksi dam aksi nyata dalam modul 3.2  Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya saya dapat belajar mengenai pentingnya seorang guru memiliki kompetensi yang mampu mengelola sumber daya dalam suatu ekosistem sekolah baik biotik ataupun abiotik. Hal baru yang saya dapatkan dalam pembelajaran modul 3.2 ini  adalah bagaimana saya mampu mengubah polapikir dari berbagai sumber daya yang ada baik: modal manusia, modal fisik, modal social, modal finansial, modal politik, dan modal agama dan budaya sehingga akhirnya saya bisa melakukan kegiatan aksi nyata yang terencana, terprogram dan beriphak pada murid.

Future ( Penerapan ) Setelah mengerjakan tugas koneksi antar materi dan membuat perencanaan aksi nyata pada  modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolan Sumber Daya saya melalui jurnal refleksi ini saya mencoba menghubungkan dari modul-1.1, 1.2, 1.3, 2.1, 2,2, 2.3, dan Modul 3.1 adalah adanya perubahan paradigma baru dalam berfikir dan menghadapi sesuatu hal.  Jika sebelumnya maindset saya fokus pada kekurangan atau masalah yang dihadapi, sekarang maindset saya berfokus pada kekuatan/ aset. Adapun pemikiran yang sudah berubah di diri saya setelah mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini yaitu mulai berfikir untuk berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, sebelumnya berjalan sendiri tanpa kolaborasi; mulai membuat program berdasarkan visi-misi dan kekuatan sekolah, sebelumnya membuat proyek/ program untuk memecahkan masalah; mulai berfokus pada aset untuk pengembangan sumberdaya, sebelumnya fokus pada meminta/ mencari bantuan orang lain; mulai membiasakan diri dengan pertanyaan yang memberdayakan seperti “apa yang sudah berhasil?”, “bagaimana strategi agar membuatnya lebih berhasil?”, “apa saja yang kita miliki?”.inilah langkah sederhana yang aka saya coba lakukan semoga seantiasa diberikan kemudahan, kelancaran dan barokah untuk semuanya..Aamiin Yaa Robbal’alamin.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diklat Pembelajaran Mendalam untuk Pengajar BBGTK Provinsi Jawa Tengah

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI PENGAJAR PM BBGTK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2025 Sunardi, S.Pd.,M.Pd Peserta Diklat TOT Pembelajaran Mend...