JURNAL REFLEKSI
Perjalanan Pendidikan Calon Guru Penggerak telah
sampai pada minggu terakhir dibulan mei saya dalam menyelesaikan tugas-tugas
dalam LMS yaitu mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman Modul 3.2 bersama
Instruktur Bapak Agni Yoga Airlangga dari Instansi Erudio Indonesia dan mengerjakan
tentang koneksi antar materi dan kegiatan aksi nyata dari implementasi modul
3.2 Mengenai Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Dalam
mengerjakan tugas pada minggu ini saat proses membuat koneksi materi aksi
langsung banyak memberikan pengalaman secara positif, karena untuk tugas
koneksi antar materi dan aksi nyata ini sangat terikat sekali dalam Pengelolaan
Sumber Daya yaitu yang meliputi ekosistem sekolah antara factor biotik dan
abiotik. Melalui pemahaman modul 3.2 ini ada beberapa hal yang dapat saya
refleksikan dengan model 4 F sebagai berikut :
Fact (Peristiwa) Dalam proses pembelajaran
melalui system LMS yaitu tentang Modul 3.2 Pengelolan Sumber daya dan saya
mencoba membuat artikel artikel tentang koneksi antar materi modul-modul
sebelumnya adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiiki oleh guru dan
harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai
pemimpin pembelajaran. Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya
positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan nyaman (well being). Dalam
implementasi pengelolaan sumber daya di sekolah sangat disarankan menggunakan
pendekatan berbasis aset (Asset Based
Thinking) dan tidak disarankan menggunakan pendekatan berbasis kekurangan (Deficit Based Thinking).
Pendekatan berbasis aset (Asset
Based Thinking) adalah pendekatan yang menekankan pada kekuatan berfikir
positif untuk mengoptimalkan potensi yang ada, sedangkan pendekatan berbasis
kekurangan adalah pendekatan yang berpusat pada kekurangan, apa yang
mengganggu, dan apa yang tidak bekerja. ungkin untuk mewujudkan perubahan dalam
pembelajaran yang berpihak pada murid.
Feelings (Peraasaan) Perasaan saya adalah saya
senang dan terimpirasi juga dengan materi Instruktur bagaimana mengubah
Mainside polapikir sehingga setelah
mencoba membuat koneksi antar materi dan mecoba membuat perencanaan aksi nyata
dengan dengan menggunakan teori dalam Modul 3.2
saya dapat membuat kesimpulan “Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengelolaan Sumber Daya” adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk
mengenali, menggali, menganalisis, dan memetakan potensi sumber daya/ 7 aset
utama (modal manusia, sosial, fisik, alam/ lingkungan, finansial, politik,
agama dan budaya) daerah/ sekolahnya dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking), selanjutnya
memanfaatakan dan memberdayakan asset-aset tersebut seoptimal m
Finding (Pembelajaran) Dalam proses pengerjaan
tugas di LMS pada minggu ini utamannya mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman, membuat
koneksi dam aksi nyata dalam modul 3.2
Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya saya dapat belajar mengenai
pentingnya seorang guru memiliki kompetensi yang mampu mengelola sumber daya
dalam suatu ekosistem sekolah baik biotik ataupun abiotik. Hal baru yang saya
dapatkan dalam pembelajaran modul 3.2 ini adalah bagaimana saya mampu
mengubah polapikir dari berbagai sumber daya yang ada baik: modal manusia,
modal fisik, modal social, modal finansial, modal politik, dan modal agama dan
budaya sehingga akhirnya saya bisa melakukan kegiatan aksi nyata yang
terencana, terprogram dan beriphak pada murid.
Future (
Penerapan )
Setelah mengerjakan tugas koneksi antar materi dan membuat perencanaan aksi
nyata pada modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolan Sumber Daya saya melalui
jurnal refleksi ini saya mencoba menghubungkan dari modul-1.1, 1.2, 1.3, 2.1,
2,2, 2.3, dan Modul 3.1 adalah adanya perubahan paradigma baru dalam
berfikir dan menghadapi sesuatu hal. Jika sebelumnya maindset saya fokus pada kekurangan atau masalah yang dihadapi,
sekarang maindset saya berfokus pada
kekuatan/ aset. Adapun pemikiran yang sudah berubah di diri saya setelah
mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini yaitu mulai berfikir untuk
berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, sebelumnya berjalan sendiri tanpa
kolaborasi; mulai membuat program berdasarkan visi-misi dan kekuatan sekolah,
sebelumnya membuat proyek/ program untuk memecahkan masalah; mulai berfokus
pada aset untuk pengembangan sumberdaya, sebelumnya fokus pada meminta/ mencari
bantuan orang lain; mulai membiasakan diri dengan pertanyaan yang memberdayakan
seperti “apa yang sudah berhasil?”, “bagaimana strategi agar membuatnya lebih
berhasil?”, “apa saja yang kita miliki?”.inilah langkah sederhana yang aka saya
coba lakukan semoga seantiasa diberikan kemudahan, kelancaran dan barokah untuk
semuanya..Aamiin Yaa Robbal’alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar