Selasa, 24 Januari 2017

Alat Ukur Dasar Mekatronika

MULTIMETER
M
ultimeter yang diuraikan pada modul ini adalah Multimeter Analog yang menggunakan kumparan putar untuk menggerakkan jarum penunjuk papan skala. Multimeter ini yang banyak dipakai karena harganya relatif
terjangkau. Jika pada Multimeter Digital hasil pengukuran langsung dapat dibaca dalam bentuk angka yang tampil pada layar display, pada Multimeter analog hasil pengukuran dibaca lewat penunjukan jarum pada papan skala. Lihat gambar 1 dan gambar dibawah ini : 



                 Konfigurasi Multimeter
Konfigurasi Multimeter dan kontrol indikator yang  terdapat pada sebuah Multimeter diperlihatkan.

scilloscope adalah alat ukur elektronik, digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus.
Dengan Oscilloscope dapat dilihat bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik, maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Gambar  dibawah ini memperlihatkan satu bentuk Oscilloscope yang dimaksud.



I
nsulation Tester biasanya digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance) dari isolasi (insulation) yang membungkus bahan penghantar yang digunakan pada kabel listrik. Secara normatif tegangan listrik setinggi 1 Volt membutuhkan isolasi yang memiliki nilai tahanan/resistans (resistance) sebesar 1000 Ohm (1kΩ). Kerusakan pada isolasi akan mengakibatkan kebocoran tegangan listrik yang dapat membahayakan manusia penggunanya. Alat ini biasanya digunakan pada industri trafo, pemasangan jaringan listrik, dan motor listrik. Namun demikian dapat juga dipakai untuk mengukur tegangan AC (Alternating Current), dan  tahanan/resistan (resistance) pada pesawat televisi. Gambar 45 menampilkan salah satu Insulation Tester yang dimaksud sebagai berikut : 

Gambar Insulation Tester.

F
unction Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau membangkitkan gelombang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa.
Function Generator umumnya menghasilkan frekuensi pada kisaran 0,5 Hz sampai 20 Mhz atau lebih tergantung rancangan pabrik pembuatnya. Frekuensi yang dihasilkan dapat dipilih dengan memutar-mutar tombol batas ukur frekuensi (frequency range).
Amplitudo sinyal yang dapat  diatur berkisar antara 0,1V – 20 Vp-p (tegangan puncak ke puncak) kondisi tanpa beban, dan 0,1 V – 10Vp-p (Volt peak to peak/tegangan puncak ke puncak) dengan beban sebesar 50Ω. Output  utama ditetapkan oleh SYNC Output. Gambar 47 memperlihatkan salah satu bentuk Function Generator yang dimaksud.
Pattern Generator adalah alat ukur elektronik yang dapat menghasilkan pola (pattern) warna yang berguna dalam memproduksi/memperbaiki pesawat penerima televisi atau perangkat video tape recorders, sistem sirkit televisi tertutup (Closed Circuit Television Systems/CCTV) serta video monitor komputer. Gambar 52 memperlihatkan salah satu bentuk Pattern Generator yang dimaksud.





                                         

          


 
 .










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diklat Pembelajaran Mendalam untuk Pengajar BBGTK Provinsi Jawa Tengah

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI PENGAJAR PM BBGTK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2025 Sunardi, S.Pd.,M.Pd Peserta Diklat TOT Pembelajaran Mend...