PENANAMAN BUDAYA KERJA INDUSTRI BAGI SISWA KELAS XII TEKNIK MEKATRONIKA MENJELANG UJI KOMPETENSI KEAHLIAN
Sunardi-CGP-Angkatan 4 Kabupaten Sukoharjo
A.
PERISTIWA (FACT)
Pasca
Pandemi Covid-19 yang berlangsung cukup lama menjadikan sekolah berdamapak
dalam proses belajar mengajar siswa SMK, sementara di akhir Pembelajaran siswa harus mampu
mengaerjakan soal Praktik dan di uji oleh Pihak Penguji Eksternal atau Industri, ..Rendahnya minat baca pada peserta
didik SMK Negeri 2 Sukoharjo dan kurangnya latihan praktik sehingga membawa dampak pada kegiatan pembelajaran
banyak faktor yang mendorong hal ini terjadi. Budaya belajar dan praktik di
bengkel semakin menurun oleh kehadiran Smartphone android.
Siswa lebih tertarik membaca potongan – potongan tulisan dan menonton video
yang ada di sosial media ini menunjukan minat baca ada namun daya baca rendah
dan kemampuan praktik juga kurang , sehingga hal ini mempengaruhi kegiatan
pembelajaran. Siswa menjadi kurang aktif dan kurang percaya diri ketika akan
mengikuti Uji Kompetensi Kejuruan karena kurangnya latihan praktik dan wawasan
yang di miliki, sehingga kurang percaya diri untuk berani tampil di depan maju satu persatu untuk
praktik.
Program
penanaman budaya industri ini saya kerja sama dengan PT.Sritex Tbk, sebagai
mitra kamai , Budaya Industri ini merupakan hal yang penting yang harus di miliki siswa. Sebagian proses ujia
kompetensi di pelajaran Praktik di Bengkel bergantung pada kemampuan dan kesadaran untuk
banyak membaca dan berlatih dalam menggunakan alat dan bahan yang tepat dan
benar ,kemampuan ini meliputi seluruh keterampilan di kompetensi dasar di industri yaitu memahami budaya
Disiplin, Tertib, Terampil, dan juga mengikuti budaya 5 R atau 5 S sehingga
dalam program uji kompetensi ini sesuai dengan salah satu karakteristik dari 7
lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid yaitu lingkungan yang
melatih keterampilan yang di butuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan
akademik dan non akademik.
Yang
dilakukan pada aksi nyata berikut alasan mengapa melaksanakan aksi nyata?
Aksi
nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk
mewujudkan kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan
siswa Teknik Mekatronika bisa
menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani tampil dan siap untuk
melaksanakan uji kompetensi yang di uji dari Perusahaan sehingga denganmelalui
proses ini siswa semakin mantap dan siap dalam memasuki dunia kerja atau dunia
industry.
Aksi nyata ini di lakukan untuk mewujudkan
langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan berbasis pemetaan
aset sekolah menggunakan model BAGJA dan MELR Yang dilakukan guna memastikan
sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi langkah konkrit
keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah.
Selain
itu alasan utama dibalik program ini adalah pada terwujudnya wellbeing siswa
atau student wellbeing dan perkembangan siswa secara
holistik, siswa yang bahagia. dan juga memiliki nilai – nilai pribadi yang
unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.
Tujuan
Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :
·
Membangun kesadaran siswa atas pentingnya belajar dan
melakukan proses belajar dan praktik
dengan mengaju budaya kerja industri yang sebenarnya
·
Menumbuhkan kemampuan ketrampilan siswa
·
Menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa
·
Menjadikan kegiatan ini sebagai budaya positif di sekolah
·
Melatih kemandirian siswa dalam memecahkan masalah dalam
setiap praktik
·
Menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa
Hasil
Aksi Nyata yang di lakukan
Dokumentasi sosialisasi program saat Apel Pagi
Sosialsisasi Budaya Kerja melalui Running Tex dan MMT di bengkel-bengkel SMK Negeri 2 Sukoharjo
Pengarahan dan Motivasi langsung dari HRD PT. Sritex Tbk Bapak Ir. Sri Saptono Basuki, MM
Pengarahan Teknis oleh Bapak Sunardi, S.Pd.,M.Pd
Melatih Jiwa Mandiri dan Kreatifitas
siswa satu
persatu untuk berani tampil kedepan
Dengan terlaksananya program ini , maka program ini pada dasarnya di rancang untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi siswa saat menjelang akan diadakan uji kompetensi agar siswa percaya diri dan siap betul dilakukan uji kompetensi dan menumbuhkan keberanian untuk tampil dan juga mengedukasi siswa akan penitingnya budaya industry. Siswa-siswi perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan penanaman budaya kerja dan budaya industri yang dilakukan sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu menjunjung budaya yang ada untuk kemajuan pendidikan pada umumnya.. Program ini di perlukan sebuah pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan pelaksanan kegiatan yang rutin dan berkelajutan dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan kompetensi dan mengasah kreatifitas siswa serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan pentingnya persiapan diri untuk mengikuti uji kompetensi dan masuk dunia kerja atau dunia industri.
Hasil
aksi nyata di SMK Negeri 2 Sukoharjo ini menunjukan bahwa ada perkembangan terutama jika dibandingkan dengan siswa yang
pasca pandemic ini langsung praktik dengan siswa yang ada pembinaan khusus sebelum
memulai proses belajar mengajar dan uji kompetensi yang bombing dan dimotivasi oleh guru dengan
menghadirkan dari indusri sehingga ini
bias menjadi bagian budaya bagi murid –
murid ketika akan ujia atau praktik yang diuji dari pihak indsutri . Satu hal yang menjadi saya bangga sebagai
guru mata pelajaran adalah peserta didik
mampu meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan secara mandiri dan
lebih kreatif, membuat otak mereka bisa bekerja secara optimal, menambah
wawasan, mempertajam diri dalam menangkap informasi dari sumber informasi yaitu
memiliki jiwa kepemimpinan yang kompeten , terampil dan dengan keberanian penuh
mampu menciptkan seorang pemimpin yang mampu menjadi calon-calon tehnisi yang
handal dan professional.
Kegiatan
pembinaan tentang budaya kerja dan budaya industry dari perusahaan yang di
lakukan di SMK Negeri 2 Sukoharjo di
atas menunjukan bahwa kegiatan ini tidak semata – mata di lakukan di dalam
ruangan bengkel untuk uji kompetensi namun juga bisa untuk
persiapan belajar praktik harian yang digunakan untuk menyiapkan siwa agar
lebih siap mental dan termotivasi lebih baik lagi untuk memilih sesuai dengan bakat dan minatnya
. dengan demikian apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik dapat di
salurkan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan
sekolah demi peningkatan potensi peserta didik.
B.PERASAAN
(FEELING)
Perasaan
saat merencanakan aksi nyata ini program yang berdampak pada murid ini
adalah merasa tertantang karena program ini harus menekankan pada aspek
dampak langsung pada diri siswa misalnya tentang budaya kerja yang sesungguhnya
dan budaya industri yang sebenarnya, disamping itu juga dengan rasa,
keimanan, kedispilinan,dan aspek lainnya insya Allah kemampuan
kepemimpinan bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai
individu maupun anggota masyarakat.
Perasaan
saat program ini terlaksana perasaan bahagia dan juga optimis dengan pencapaian
program dengan pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program
ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama siswa
yang sangat antusias terlibat dalam program penanaman budaya kerja dan budaya
industri ini . Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program penamanan
budaya kerja dan budaya indsutri ini karena langsung hadir Beliau HRD PT.
Sritex di Sekoklah , Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid
membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik
lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan. Bahkan di akhir
pelaksanaan program juga diadakan serah terima sertifikat uji kompetensi dari
PT Sritex Tbk yang secara simbolik diberikan kepada Ibu Kepala Sekolah,
Penyerahan sertifikat secara Simbolik oleh HRD PT. Sritex Tbk
dengan Ibu Kepala
Sekolah
C.PEMBELAJARAN ( FINDING) YANG DI DAPAT DARI
PELAKSANAAN AKSI NYATA.
Pembelajaran
yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam budaya
kerja dan budaya industry untuk
peningkatan kompetensi minat bakat serta jiwa kepemimpinan, terwujudnya
karakter siswa yang memiliki pengetahuan dann kompetensi yang maksimal dan siap
kerja didunia kerja atau dunia industry, karena dari program ini siswa menjadi
berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya pada akhirnya besar
harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil pelajar pancasila.
Dari
aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya
menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan
aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar
pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran
guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas sajanamun harus peduli dan
ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid .
D. PENERPAN KEDEPAN
(FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELKASANAAN DI MASA DEPAN
Recana
perbaikan ke depan yaitu lebih mengaktifkan kembali kegiatan
intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi
wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian
apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi
akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan
kreatifitas dalam melakukan penerapan budaya kerja dan budaya indsutri yang
konsisten . Selain itu perlu peningkatan kolaborasi guru ,siswa dalam hal
kegiatan persiapan uji kompetensi yang menghadirkan motivator dari industri
butuh pendampingan dan bimbingan dari guru produktif lainya pada saat melakukan
kegiatan persiapan motivasi atau penanaman budaya kerja dan budaya indsutri
dari perusahaan agar program dapat
berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Demikian semoga dimudahkan dan lancar
semuanya. Aamiin