Senin, 17 Januari 2022

1.4.a.10.2 Aksi Nyata - Budaya Positif - Forum Berbagi Aksi Nyata

 

LAPORAN AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

TUGAS.1.4.a.10

MENANAMKAN BUDAYA KERJA/BUDAYA INDUSTRI

 5 R (RINGKAS, RAPIH, RESIK, RAWAT, RAJIN ) SEBAGAI BUDAYA POSITIF

DI BENGKEL SMK NEGERI 2 SUKOHARJO

Oleh : SUNARDI-CGP.KABUPATEN SUKOHARJO

A.   A. LATAR BELAKANG

Di zaman revolusi industri 4.0, kita sebagai guru atau pendidik dihadapkan pada permasalahan krisis moral anak bangsa. Hal ini disebabkan karena sebagian besar dari generasi muda sekarang mengikuti tren budaya dari luar tanpa terlebih dahulu mengkaji ulang dan menyesuaikan serta menyaring budaya tersebut ditambah lagi dengan kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat memberikan dampak terhadap perkembangan karakter anak. Untuk itu, kita sebagai pendidik perlu menerapkan kembali budaya positif pada anak di lingkungan sekolah agar nantinya mereka mampu menyaring dampak negatif dari budaya luar tersebut.

Setiap sekolah pasti mengharapkan suatu lingkungan kerja yang selalu bersih, rapi dan masing-masing orang mempunyai konsistensi dan disiplin diri, sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi di perusahaan. Namun pada kenyataannya kondisi ini sulit terjadi di setiap perusahaan. Banyak perusahaan yang seringkali mengeluh begitu sulitnya dan banyak membuang waktu hanya untuk mencari data dan sarana yang lupa penempatanya. Tidak hanya itu, seringkalinya kita kurang nyaman dengan kondisi berkas kerja yang berarntakan dan tidak jarang memicu kondisi emosional kita. Hal ini terjadi pula di Sekolah-sekolah yang belum menerapkan budaya 5 R.

Beberapa permasalahan tersebut diatas dapat kita atasi dengan melakukan penerapan program 5 R( Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin ) yang merupakan adaptasi program 5 S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke)  yang dikembangkan di Negara Jepang dan sudah digunakan oleh banyak Negara di seluruh penjuru dunia ini merupakan suatu metode sederhana untuk  melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja yang dikembangkan dan diterapkan di Jepang. 5 R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila  tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan dan dengan demikian efisiensi, produktifitas, kualitas dan keselematan kerja dapat lebih mudah dicapai adapun maksud atau pengertian dari 5 R adalah sebagai berikut :

1.    Ringkas : Prinsip ringkas adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan serta bagaimana cara menyimpannya supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi sekolah.

2.    Rapi : Prinsip rapi adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkan kembali pada saat diperlukan dengan mudah.

3.    Resik : Prinsip resik adalah membersihkan tempat/lingkungan sekolah, mesin/peralatan, dan barang-barang agar tidak terdapat debu, kotoran dan bau. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang mulai dari pimpinan hingga pelaksana yang ada.

4.    Rajin : Prinsip rajin adalah terciptanya kebiasaan pribadi guru dan karyawan serta siswa untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Rajin di lingkungan sekolah berarti pengembangan kebiasaan positif dlingkungan sekolah sekolah. Apa yang sudah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip rajin dilingkungan sekolah adalah dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan.

5.    Rawat : Prinsip rawat adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada ( Ringkas, Rapi, Resik) sebelumnya dengan membakukannya ( Standarisasi). Prinsip ini dapat berjalan apabila dilaksanakan bersama-sama yang ada dilingkungan sekolah.

Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan dan asumsi dasar yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakini di sekolah. Budaya positif tersebut berisi kebiasaan-kebiasaan yang sudah disepakati bersama dan dijalankan dalam waktu yang lama dengan memperhatikan kodrat anak dalam hal ini kodrat alam dan kodrat zaman serta keberpihakan pada anak. Beberapa nilai dari Profile Pelajar Pancasila  yang dapat diintegrasikan di sekolah adalah pembiasaan  5 R ( Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, Rajin, Filosofinya adalah bahwa kegiatan pembelajaran praktik di Bengkel sekolah harus sinergi dengan budaya Industri sesuai Program Pintar Bersama Daehatsu yaitu SEIRI (ringkas) SEITON (rapi) SEISO (resik) SEIKETSU (rawat) dan  SHITSUKE (rajin). Inilah budaya industri dan merupakan budaya Positif yang harus dilakukan secara konsisten untuk melatih dan membiasakan siswa-siswa smk untuk menjadi tenaga ahli yang terampil dan siap kerja.

Upaya dalam menanamkan budaya positif di sekolah, guru memiliki peran sentral yaitu posisi kontrol guru sebagai manajer dalam menerapkan budaya positif. Guru juga berperan sebagai motivator dan inspirator dalam menumbuhkan budaya positif sehingga nantinya guru akan menjadi “ing ngarso sung tulodho” dan menjadi agen transformasi perubahan untuk mewujudkan murid yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila. Dalam menciptakan budaya positif, guru tentunya harus bekerjasama dengan warga sekolah dalam hal ini kepala sekolah, rekan-rekan guru dan juga murid serta melibatkan orangtua dan masyarakat sekitar. Adanya kolaborasi antara pihak sekolah dengan masyarakat dalam menjalankan buaday positif dapat menciptakan karakter murid yang memiliki nilai-nilai pelajar Pancasila.

B.     DESKRIPSI AKSI NYATA

ü TUJUAN PENERAPAN BUDAYA POSITIF

1.  Mendidik siswa untuk melakukan pembiasaan 5 R yaitu SEIRI (ringkas) SEITON (rapi) SEISO (resik) SEIKETSU (rawat) dan  SHITSUKE (rajin

2.  Mendidik dan menumbuhkan kebiasaan budaya praktik dibengkel laksana bekerja sesungguhnya di Industri

3.  Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan tersebut bukan hanya di sekolah melainkan Industri, rumah dan di lingkungan masyarakat

 

ü TOLOK UKUR

Mewujudkan siswa yang memiliki karakater Gotong royong, Kreatif, Mandiri dengan membiasakan Budaya 5 R di bengkel saat Praktik  sebagai bentuk budaya positif di sekolah

ü LINIMASA TINDAKAN YANG DILAKUKAN

Adapun rincian dari tindakan aksi nyata yang dilakukan adalah:

MINGGU I : Meminta izin dan dukungan kepada kepala sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan

 
 
   
Rapat Koordinasi dan Konsultasi dengan Ibu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah

MINGGU II : Berkolaborasi dengan rekan-rekan guru dan mensosialisasikan  tentang kegiatan  aksi nyata Budaya Positif di Sekolah

 

Sosialiasasi Filosofi Pendidikan sesuai Pemikiran  KH Hadjar Dewantara dan   Budaya Positif kepada Bapak/Ibu Guru dan Karyawan

MINGGU III :  Menerapkan budaya positif di kelas/bengkel

Disiplin positif merupakan suatu cara penerapan disiplin tanpa kekerasan dan ancaman yang dalam praktiknya melibatkan komunikasi tentang perilaku yang efektif antara orang tua dan anak. Pembiasaan disiplin positif secara konsisten dapat menjadi budaya yang positif di Sekolah, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.  Guru menyampaikan maksud dan tujuan membuat kesepakatan kelas

Dalam hal ini untuk mengawali mebuat suatu kesepakatan kelas atau saat belajar di bengkel, guru menjelaskan terlebih dahulu pentingnya kesepakatan atau keyakinan kelas untuk diterapakan.

2.   Guru menjelaskan dengan media Runningtex sebagai media menuangkan ide dan tulisan tetang budaya positif yang menjadi pembiasaan

Adapun aksi nyata dalam membuat keyakinan kelas yaitu dengan cara  memprogram LED Runningtex yang nantinya dipasang disemua Bengkel di SMK Negeri 2 Sukoharjo. Runningtext di Program dengan tulisan-tulisan yang berisi ajakan untuk membiasakan Budaya Positif budaya kerja/budaya industri di saat siswa praktik di Bengkel.

Gambar Kegiatan Proses Pembuatan Keyakinan Kelas bersama murid dengan menuliskan dengan papan Runningtex

Metode yang kita lakukan adalah dengan cara menjelaskan dulu manfaat dan hikmah pentingnya membuat keyajikan kelas, pada saat belajar atau praktik di Bengkel untuk membiasakan Budaya 5 R sebagai budaya kerja atau budaya industri yang harus dikalukan secara terus menerus. Siswa kita berikan Aplikasi dari Play Store : LEDART setelah diInstal oleh siswa sendiri pada papan Trainer dengan  Tulisan BUDAYA 5 R, kemudian dijadikan suatu keyakinan kelas, dan Traininer kemudian di Pasang di Dinding Bengkel agar semua siswa saat mengikuti Proses Pembelajaran Praktik teringat terus dan bisa dilaksanakan.

3.  Murid merespon dan mencoba menginstal program LEDART dan membuat tulisan pada Runningtex melalui Hpnya masing-masing agar bisa tampil tulisan tentang bengkel impian mereka

Siswa bediskusi dan melakukan pemograman runningtex

 

4.      Guru dan Murid berdiskusi dan memprogram bersama dengan sofware LEDART pada runningtex tentang ide point-ponit kesepakatan bengkel/kelas dan menyepakati usulan dan kemudian diterima menjadi kesepakatan kelas.

5.      Guru dann murid sepakat menuliskan kalimat motivasi untuk terus konsisten dengan kesepaktan kelas atau bengkel yang sudah disepakati dan di tampilkan dalam Runningtex (Tulisan Berjalan )

Guru dan Murid mebuat kesepakatan kelas/Bengkel

Tentang Budaya Positif di Bengkel

6.      Hasil kesepakatan kelas membuat tulisan yang menjadi pembiasaan setiap praktik di bengkel SMK Negeri 2 Sukoharjo yaitu: Budaya 5 R : Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.

  

Kesepakatan kelas atau bengkel Budaya 5 R

7.      Tujuan dari kesepakatan kelas atau bengkel ini adalah : menumbuhkan kesadaran murid dalam pembiasaan disiplin positif sebagai budaya positif disekolah melalui kesepakatan kelas, seperti : rasa tanggungjawab, mandiri, kreatif , inovatif dan saling menghormati atau menghargai oran lain.  Dalam kegiatan menyusun kesepakatan kelas atau bengkel ini guru bertindak sebagai fasilitator dalam menuntun murid selama kegiatan berdiskusi atau praktik memprogram runningtex, sehingga murid dapat aktif mengeluarkan pendapatnya dan menuangkan ide atau gagasannya yang positif.

 

MINGGU IV : Melakukan Praktik Restitusi

 Dalam pelaksanaan menerapkan budaya 5 R jika ada siswa yang masih melanggar dan belum mekakukan pembiasaan 5 R dalam praktik di benkel maka kita lakukan refleksi  untuk memastikan praktik segitiga  restitusi yang kita lakukan sudah tepat atau belum.

Dokumentasi Restitusi dengan Siswa yang belum mentaati Budaya 5R

ü DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Untuk kelancaran dari tindakan aksi nyata yang dilakukan terkait  budaya 5 R yang kita wujudkan dalam tulisan Runningtex kita kerjasama dengan  semua stokholder warga sekolah khsusunya sarana dan prasarana untuk memfasilitasi berupa runningtex sebagai media yang kita pasang di masing-masing bengkel yang ada di SMK Negeri 2 Sukoharjo. Budaya 5 R ini merupakan penerapan dari nilai Profile Pelajar Pancasila : nilai gotong royong, keatif, mandiri sebagai bentuk budaya positif di sekolah yang insya Allah lebih memberikan motivasi kepada bapak/ibu guru dan siswa dalam melakukan proses belajar mengajar utamanya praktik di bengkel.

C.    HASIL AKSI NYATA

Adapun hasil aksi nyata dari kegiatan tersebut adalah:

1.  Siswa secara sadar melakukan pembiasaan 5 R yaitu SEIRI (ringkas) SEITON (rapi) SEISO (resik) SEIKETSU (rawat) dan  SHITSUKE (rajin)

 

  


 Tulisan BUDAYA 5 R : Dipasang dengan Runningtex di setiap Bengkel /

Program Keahlian di SMK Negeri 2 Sukoharjo

 

                   BUDAYA RINGKAS                                             

    

BUDAYA RAPI

    

BUDAYA RESIK

  

BUDAYA RAWAT

 

BUDAYA RAJIN

 2.  Siswa membudayakan 5 R  bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah, atau  saat Praktik Kerja Lapangan atau besok saat kerja di Industri

 

D.    KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN

KEGAGALAN : Motivasi intrinsik dari beberapa siswa untuk sadar dan tergerak sendiri dalam melakukan pembiasaan-pembiasaan pada kegiatan aksi nyata

KEBERHASILAN : Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan pada siswa sehingga menjadi sebuah pembiasaan dan akhirnya menjadi budaya positif bukan hanya di lingkungan sekolah tetapi juga nanti saat siswa melakukan Praktik Kerja Lapangan atau di masyarakat.

 

E.     RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG

Kegiatan sosilaiasi budaya 5 R atau budaya Industri di bengkel-bengkel yang ada di SMK Negeri 2 Sukoharjo ini terus kita sosialsasikan, jika ada yang belum maksimal dalam membentuk atau mewujudkan budaya ini, maka saya akan terus menggerakkan rekan-rekan guru dengan cara  menerapkan sebagai posisi kontrol dalam menumbuhkan motivasi intrinsik siswa dan menciptakan budaya positif di sekolah serta terus membangun kolaborasi demi terwujudnya budaya positif ini. Sekian dan terimakasih.

Sukoharjo,  22  Desember 2021

       Perencana Aksi Nyata-SUNARDI,S.Pd.,M.Pd

Diklat Pembelajaran Mendalam untuk Pengajar BBGTK Provinsi Jawa Tengah

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI PENGAJAR PM BBGTK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2025 Sunardi, S.Pd.,M.Pd Peserta Diklat TOT Pembelajaran Mend...