MULTIMETER
M
|
ultimeter
yang diuraikan pada modul ini adalah Multimeter Analog yang menggunakan
kumparan putar untuk menggerakkan jarum penunjuk papan skala. Multimeter ini
yang banyak dipakai karena harganya relatif
terjangkau.
Jika pada Multimeter Digital hasil pengukuran langsung dapat dibaca dalam
bentuk angka yang tampil pada layar display, pada Multimeter analog
hasil pengukuran dibaca lewat penunjukan jarum pada papan skala. Lihat gambar 1
dan gambar dibawah ini :
![]() |
Konfigurasi Multimeter
Konfigurasi Multimeter
dan kontrol indikator yang terdapat pada
sebuah Multimeter diperlihatkan.
scilloscope adalah alat ukur elektronik,
digunakan untuk melihat bentuk gelombang dari tegangan, harga-harga momen
tegangan dalam bentuk sinus maupun bukan sinus.
Dengan Oscilloscope dapat
dilihat bentuk gelombang sinyal audio dan video, bentuk gelombang Tegangan
Listrik Arus Bolak Balik yang berasal dari generator pembangkit tenaga listrik,
maupun Tegangan Listrik Arus Searah yang berasal dari catu daya/baterai. Gambar dibawah ini memperlihatkan satu bentuk Oscilloscope yang dimaksud.
I
|
nsulation Tester biasanya digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan (resistance)
dari isolasi (insulation) yang membungkus bahan penghantar yang
digunakan pada kabel listrik. Secara normatif tegangan listrik setinggi 1 Volt
membutuhkan isolasi yang memiliki nilai tahanan/resistans (resistance)
sebesar 1000 Ohm (1kΩ). Kerusakan pada isolasi akan mengakibatkan kebocoran
tegangan listrik yang dapat membahayakan manusia penggunanya. Alat ini biasanya
digunakan pada industri trafo, pemasangan jaringan listrik, dan motor listrik.
Namun demikian dapat juga dipakai untuk mengukur tegangan AC (Alternating
Current), dan tahanan/resistan (resistance)
pada pesawat televisi. Gambar 45 menampilkan salah satu Insulation Tester
yang dimaksud sebagai berikut :
Gambar Insulation Tester.
F
|
unction
Generator adalah
alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau membangkitkan gelombang berbentuk
sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa.
Function Generator umumnya menghasilkan frekuensi pada
kisaran 0,5 Hz sampai 20 Mhz atau lebih tergantung rancangan pabrik pembuatnya.
Frekuensi yang dihasilkan dapat dipilih dengan memutar-mutar tombol batas ukur
frekuensi (frequency range).
Amplitudo sinyal yang dapat diatur berkisar antara 0,1V – 20 Vp-p
(tegangan puncak ke puncak) kondisi tanpa beban, dan 0,1 V – 10Vp-p (Volt
peak to peak/tegangan puncak ke puncak) dengan beban sebesar 50Ω.
Output utama ditetapkan oleh SYNC
Output. Gambar 47 memperlihatkan salah satu bentuk Function Generator
yang dimaksud.
|
|
.




