Kamis, 16 Oktober 2025

Diklat Pembelajaran Mendalam untuk Pengajar BBGTK Provinsi Jawa Tengah


DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI PENGAJAR PM BBGTK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2025

Sunardi, S.Pd.,M.Pd
Peserta Diklat TOT Pembelajaran Mendalam  
Tanggal 29 Juni s.d  4 Juli 2025

Dokumentasi Pembukaan Diklat PM di Megaland Hotel Solo 

Alhamdulillah dengan proses seleksi yang panjang akhirnya dapat menjadi bagian dari peserta diklat TOT Pembelajaran Mendalam (PM) guru BBGTK Provinsi Jawa Tengah. Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk Pengajar resmi dibuka pada Minggu siang, 29 Juni 2025, pukul 13.00 WIB oleh Kepala Balai Besar Guru Penggerak dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Data dan Informasi BBGTK Jateng, Wawan Budi Purnomo. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan para pengajar Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru-guru di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya besar menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh panitia, pelatihan ini diikuti oleh 879 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah terpilih dari berbagai daerah. Para peserta ini merupakan hasil seleksi ketat dari total 6.000 pendaftar, yang melalui proses seleksi administrasi dan substansi untuk memastikan kualitas dan kesiapan dalam menyampaikan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna.

“Pelatihan ini tidak hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring antarpengajar untuk saling menguatkan,” ungkap Wawan Budi Purnomo saat menyampaikan sambutan pembukaan. Ia menambahkan, “Atas nama BBGTK Jawa Tengah, kami menghaturkan selamat kepada seluruh peserta yang terpilih. Ini adalah awal dari peran strategis Anda dalam menghadirkan pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi generasi masa depan.”

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di lima lokasi berbeda, yakni Gedung BBGTK Jateng, Hotel Asia, Kos Inn, Hotel Syariah, dan Hotel Megaland. Seluruh peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung selama enam hari, dari 29 Juni hingga 4 Juli 2025, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa atau andragogi.

Herni, salah satu panitia pelaksana, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mencetak para pengajar yang mampu menyebarluaskan filosofi pembelajaran mendalam ke lingkungan sekolah masing-masing. “Kita tidak hanya ingin peserta menguasai materi, tetapi juga mampu menjadi fasilitator yang memberdayakan guru-guru lain untuk menerapkan pendekatan ini di kelas mereka,” ujarnya.

Pembelajaran mendalam yang menjadi fokus utama pelatihan ini merupakan pendekatan baru yang dirancang oleh pemerintah untuk menjawab tantangan pendidikan abad 21. Pendekatan ini menggabungkan aspek kesadaran diri, keterlibatan emosional, serta keterhubungan antar ilmu dan nilai-nilai kehidupan. Harapannya, melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar demi nilai, melainkan memahami relevansi dari apa yang mereka pelajari dalam kehidupan nyata.

Wawan juga menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Menurutnya, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mendampingi siswa dalam proses pencarian makna. “Guru masa depan harus mampu menciptakan ruang belajar yang hidup, tidak membosankan, dan memberi ruang eksplorasi,” katanya.

Selain pemberian materi, pelatihan ini juga dirancang untuk memicu diskusi reflektif, kerja kelompok, dan simulasi praktik mengajar. Setiap peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga terampil menerapkannya dalam konteks nyata. Dalam setiap sesi, fasilitator mengajak peserta untuk mengevaluasi kembali cara mengajar mereka selama ini dan membuka diri terhadap cara-cara baru yang lebih memberdayakan siswa.

Program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional yang lebih besar. Pemerintah melalui Kemendikbudristek telah mendorong berbagai inovasi pembelajaran, dan pelatihan ini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya tersebut. Dengan menyiapkan para pengajar pelatihan yang kompeten dan memiliki pemahaman mendalam, diharapkan akan tercipta efek berantai di mana pendekatan ini bisa menjangkau lebih banyak guru di seluruh pelosok Indonesia.

“Ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga gerakan perubahan,” tutur Herni. “Kita sedang menanam benih transformasi yang akan tumbuh di ruang-ruang kelas dan berdampak pada masa depan anak-anak bangsa.”

Di tengah transformasi kurikulum dan perkembangan zaman yang serba cepat, pelatihan seperti ini menjadi sangat relevan. Tantangan dunia pendidikan tidak lagi bisa dijawab dengan metode lama. Diperlukan pendekatan baru yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran, dan guru sebagai pendamping yang sadar konteks dan berorientasi pada pembelajaran bermakna.

Pelatihan ini juga membuka ruang kolaborasi lintas daerah dan antar jenjang pendidikan. Dengan jejaring yang terbangun selama pelatihan, para pengajar diharapkan terus saling mendukung dan berbagi praktik baik setelah kegiatan ini selesai. Pendekatan komunitas pembelajar yang berkelanjutan ini diyakini mampu memperkuat dampak pelatihan secara jangka panjang.

Kamis, 21 September 2023

Pembelajaran Berdiferensiasi

 

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MENUMBUHKAN BUDAYA 5 R SISWA SMK MELALUI HP DAN RUNING TEX

Sunardi, S.Pd.,M.Pd

Guru Teknik Mekatronika  SMK Negeri 2 Sukoharjo Jawa Tengah.

 

SITUASI

Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka yang saya lakukan adalah menumbuhkan Budaya 5 R dengan HP dan Running text pada mata pelajaran Sistem Pneumatic kelas XI Teknik Mekatronika,  Situasi pembelajaran dampak pandemic Covid-19  masih terasa  bagi siswa SMK terutama saat praktik dibengkel, siswa kurang focus dan  kurang memahami Budaya 5 R : Ringkas, Rawat, Rapi, Rajin, Resik , pada proses pembelajaran  siswa belum siap dalam melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh  setiap harinya., Oleh karena itu saya berupaya  dan semangat menerapkan  prinsip  Kurikulum Merdeka yaitu pembelajaran berdiferensiasi konten, proses dan produk menumbuhkan Budaya 5 R siswa SMK dengan  memprogram Runing text dengan  aplikasi Lert Art, kemudian siswa membuat laporan  Digitalisasi  Before And Afther setiap Budaya 5 R dan kegiatan refleksi via aplikasi Padlet secara langsung dan rutin bersama-sama #praktikbaik  #pmm #sinarbaik #aksinyatamerdekamengajar

 

TANTANGAN

Menumbuhkan budaya 5 R atau Budaya Industri bagi siswa SMK bukan tanpa hambatan. Beberapa tantangan muncul, diantaranya, bagaimana mendesain model pembelajaran yang tepat,  sulitnya membentuk karakter siswa yang berbudaya industri. Sarana dan prasarana bengkel belum  berstandar industri., pembelajaran  masih secara klasikal,  guru mengajar  praktik satu kelas  sendiri belum sistem blok dan belum sistem Tim Teaching.

AKSI NYATA

1.  Sosialisasi Program

Mensosialisasikan Praktik Baik kepada Kepala Sekolah, rekan sejawat dan  peserta didik SMK Negeri 2 Sukoharjo pada saat kegiatan Apel pagi di halaman Sekolah., Kemudian menyiapkan Perangkat Pembelajaran mulai CP-ATP dan Modul ajar dengan  Model Pembelajaran Berdiferensiasi Proses dan Produk dengan menumbuhkan budaya 5 R melalui Aplikasi HP dan Runing Tex

2.Managemen kelas yang kreatif dan Inovatif

Pembelajaran dibengkel, siswa kita wajibkan untuk apel dulu didepan Bengkel setelah lengkap dan siap baru masuk ke Bengkel dengan  rapi dan tertib.Proses Pembelajaran dimulai dengan berdo'a bersama. Kemudian membuat kesepakatan kelas dengan memanfaatan Aplikasi Led Art  pada HP siswa untuk memprogram Runing Tex dengan Tulisan  Budaya 5 R Budaya SMK Kita. Sebelum proses Praktik siswa diberikan Tes Asesmen awal untuk pemetaan tingkat kemampuan melalui Goggle Form.

 

3.  Proses Pembelajaran dan Budaya 5 R

Dari hasil tes asesmen awal kita gunakan untuk pemetaan kelompok siswa sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa. Kemudian siswa kita bagi menjadi 6 kelompok, dalam kegiatan Praktik inilah mulai dari proses awal sampai akhir kita Implementasikan Budaya 5 R : RINGKAS,RAPI, RESIK, RAWAT dan RAJIN

Ringkas : Pilah dan Pisahkan Barang yang tidak perlu, Rapi :Lakukan Penataan ditempat Kerja, Resik : Jaga Kebersihan di Tempat Kerja, Rawat : Pelihara Kondisi Ringkas Rapi Resik di Tempat Kerja, Rajin : Biasakan Ringkas Rapi Resik di Tempat Kerja dan setiap kelompok Wajib membuat laporan praktik secara digitaliasi laporan pelaksana budaya 5 R Bifore and After.

 

             

Dokumentasi Kegiatan_Praktik Baik

REFLEKSI

Kemudian diakhir proses pembe;lajaran kila lakukan kegiatan Refleksi. Hasil yang dirasakan murid lebih senang dan kreatif ,karena belajar sambil memanfaatkan Aplikasi HP untuk memprogram runing tex membuat kesepakatan, tes asesmen awal  dengan goggle form dan refleksi  pembelajaran dengan aplikasi padlet, ditambah lagi penerapan budaya Industri  budaya 5 R dengan dibuat laporan secara Digitaliasi Bifore and After  yang tidak hanya di sekolah namun juga bisa dirumah atau tempat lain, dan akhirnya kegiatan ini mampu mewujudkan Profile Pelajar Pancasila.

 Umpan Balik dari siswa

Siswa : Anisa Indah Kelas XI TMB

Belajar hari ini sangat senang dan bahagia karena belajar dari pagi sampai siang hari menggunakan HP untuk Memprogram Runing Tex mellaui Aplikasi Let Art

 

Siswa : Fauzi Susanto XI TM B

Hari ini saya sangat senang dan termotivai  untuk belajar lebih  rajin lagi karena belajar hari ini penuh dengan inspirasi aplikasi HP

 

Link Aksi nyata bisa diakses : https://youtu.be/9YIyB9FkJoI

 

Tips dari Saya

Untuk menjadi orang yang sukses maka kita harus terus belajar, sebab zaman terus berkembang dan kebutuhan murid terus berubah. Guru menjadi pilar utama dalam pendidikan, maka teruslah belajar dan berkarya demi suksesnya murid kita semua.

Penyusun Aksi Nyata;

Nama : Sunardi, S.Pd.,M.Pd

Guru Teknik Mekatronika SMK Negeri 2 Sukoharjo

HP/WA : 081556557938 Emai : sunardi21@guru.smk.belajar.id / sunardiabdillah1@gmail.com

 

Profile Sekolah

SMK Negeri 2 Sukoharjo merupakan SMK  Program Keunggulan  yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Website : www.smkn2skh.sch.co.id

Rabu, 06 Juli 2022

3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 PENGELOLAAN KEWIRAUSAHAAN DAERAH DI SEKITAR SEKOLAH DAN TEMPAT TINGGAL DALAM BENTUK VIDEO BLOG (VLOG) DI SMK NEGERI 2 SUKOHARJO

( Tugas Intrakurikuler )

Oleh : SUNARDI-CGP-Angkt.4 Kab.Sukoharjo

A. PERISTIWA (FACT)

Program sekolah yang berdampak pada murid adalah program sekolah yang dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan murid. Sasarannya adalah murid dan untuk mengembangkan potensi murid seutuhnya. Program yang dibuat berdasarkan minat dam harapan dari murid dan untuk memfasilitasi perkembangan potensi yang ada dalam diri murid. Yang menarik adalah bahwa dalam menyusun program di sekolah, penting sekali dilakukannya pemetaan potensi murid. Untuk mempermudah dalam melakukan pemetaan, dilakukanlah suatu pendekatan yang berbasis pada asset. Mengembangkan pola pikir murid, menumbuhkan karakter baik serta meningkatkan rasa peduli terhadap lingkungan adalah latar belakang saya membuat program ini yaitu program mengenai Pengelolaan kewirausahaan daerah di sekitar sekolah dan tempat tinggal dalam bentuk video blog(vlog)  di SMK Negeri 2 Sukoharjo. Melihat potensi daerah di sekitar sekolah yang sebetulnya masih sangat banyak yang dapat dikembangkan dan juga dapat dijadikan suatu mata pencaharian bagi warga sekitanya, berbekal pengetahuan dari Modul 3.3 dan juga modul-modul sebelumnya saya merancang suatu program yang berdampak langsung kepada murid melalui kegiatan ini. Masa pandemi yang berkepanjangan yang membuat pembelajaran daring atau Online ini menjadikan murid banyak yang mengalami penurunan aktivitas terutama di bidang akademik ataupun non akademik yang berhubungan dengan pencapaian kurikulum sekolah yaitu termasuk juga pembentukan karakter baik melalui budaya-budaya positif yang sulit diterapkan pada pembelajaran daring. Dengan program ini saya harapkan murid dapat bangkit dan semangat untuk melakukan kegiatan di luar rumah dan di luar sekolah untuk melestarikan daerah di sekitar sekolah dan tempat tinggalnya, melalui panduan kegiatan yang saya berikan juga tata cara untuk berkomunikasi yang baik mereka secara mandiri melakukan kegiatan ini dengan tertib.

Yang dilakukan pada aksi nyata berikut alasan mengapa melaksanakan aksi nyata?

Aksi nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan  kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan siswa Teknik Mekatronika  bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani tampil dan siap untuk melaksanakan proses pembuatan Video VLOG tentang Promosi Tempat Usaha di Sekitar sekolah sehingga dengan melalui proses ini siswa semakin mantap dan siap dan mempunyai jiwa wirausaha dan mempunyai skil dalam berkomunikasi  dan mampu memberikan kontribusi dalam mempromosuikan tempat usaha yang ada disekitar sekolah..

 Aksi nyata ini di lakukan untuk mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA dan MELR Yang dilakukan guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah. Selain itu alasan utama dibalik program ini adalah pada terwujudnya wellbeing siswa atau student wellbeing  dan perkembangan siswa secara holistik, siswa yang bahagia. dan juga memiliki nilai – nilai pribadi yang unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.

Tujuan Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

                        Melalui program ini saya memiliki tujuan tersendiri terutama yang dapat dirasakan secara langsung oleh murid di sekolah saya yaitu di SMK Negeri 2 Sukoharjo, tujuannya adalah :

1.      Meningkatkan kepemimpinan murid melalui pengelompokan murid berdasarkan domisili atau tempat tinggalnya, yaitu dengan pengambilan keputusan dalam pemilihan tempat kewirausahaan daerah yang akan mereka kunjungi

2.      Kemandirian murid yaitu dengan murid mengunjungi sendiri ke tempat kewirausahaan tersebut secara langsung bersama teman satu kelompoknya setelah saya berikan arahan dan instrument yang harus menreka penuhi

3.      Kerja sama murid yaitu dengan berkelompok mereka melatih kekompakan dan kerja sama tim dengan mendiskusikan pertanyaan apa saja yang akan mereka sampaikan pada saat mengunjungi tempat tersebut

4.      Sosialisasi murid dengan lingkungan sekitar yaitu dengan mereka berkomunikasi dengan pemilik dan semua orang yang berada dalam tempat kewirausahaan daerah untuk mereka gali informasinya terkait pengelolaan kewirausaan daerah tersebut

5.      Kreatifitas murid yaitu dengan melakukan kreasi didalam hasil Video Blog yang mereka buat melalui berbagai aplikasi kekinian yang sedang digandrungi pada usia remaja sehingga penggunaan aplikasi tersebut juga dapat bermanfaat untuk pembelajaran

6.      Sekolah dan warga sekolah termasuk guru dan kepala sekolah juga dapat mengetahui kegiatan program ini sehingga dapat memberikan arahan dan stimulus yang baik kepada murid untuk dapat mengetahui sistem pengelolaan kewirausaan daerah yang dapat melestarikan budaya dan potensi yang ada disekitarnya

7.      Orangtua murid dapat melihat kegiatan positif pada anak-anaknya yang berlangsung di luar rumah dan di luar sekolah

8.      Bagi masyarakat sekitar juga dapat melihat reputasi sekolah SMK Negeri 2 Sukoharjo melalui kegiatan yang dilakukan oleh murid-muridnya

Hasil Aksi Nyata yang di lakukan


                    Gambar.1 Pengarahan secara Umum tentang penugasan Pembuatan Video VLOG  

Promosi Tempat Usaha di Sekitar SMK Negeri 2 Sukoharjo


                                                                            Gambar 2

Penjelasan Teknis Proses Pembuatan Video VLOG Promosi Tempat Usaha



Gambar 3.

Penjelasan Teknis sebelum siswa menuju ke Tempat Usaha Sekitar  Sekolah

 Dengan terlaksananya program ini,  maka program ini pada dasarnya di rancang untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi siswa saat membuat video VLOG tentang Pengelolan Kewirausahaan agar siswa percaya diri dan terampil dalam berkomunikasi dan menumbuhkan keberanian untuk tampil  dan juga mengedukasi siswa akan pentingnya dalam ikut memberikan kontribusi dalam aspek promosi tempat usaha. Siswa-siswi perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan promosi tempat usaha yang dilakukan sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu menjunjung budaya yang ada untuk kemajuan pendidikan pada umumnya.. Program ini di perlukan sebuah pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan pelaksanan kegiatan  yang rutin dan berkelanjutan dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan kompetensi dan mengasah kreatifitas siswa serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan pentingnya siswa sejak dini mampu melakukan pengelolaan tempat usaha dan belajar berwirausaha.

Hasil aksi nyata di SMK Negeri 2 Sukoharjo ini menunjukan bahwa ada perkembangan  terutama jika dibandingkan dengan siswa yang pasca pandemic ini langsung praktik dengan siswa yang ada pembinaan khusus sebelum memulai proses belajar mengajar dan melakukan pembuatan  video VLOG  yang dibimbing dan dimotivasi oleh guru dengan menghadirkan dari tenaga ahli  sehingga ini bisa menjadi bagian  budaya bagi murid–murid. Satu hal yang menjadi saya bangga sebagai guru mata pelajaran adalah  peserta didik mampu meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan secara mandiri dan lebih kreatif, membuat otak mereka bisa bekerja secara optimal, menambah wawasan, mempertajam diri dalam menangkap informasi dari sumber informasi yaitu memiliki jiwa kepemimpinan yang kompeten , terampil dan dengan keberanian penuh mampu menciptkan seorang pemimpin yang mampu menjadi calon-calon tehnisi yang handal dan professional dengan hasil editing Video VLOG yang luar biasa.

Kegiatan pembuatan video pembelajaran  pengelolaan tempat usaha dilingkungan sekolah yang di lakukan di SMK Negeri 2 Sukoharjo  di atas menunjukan bahwa kegiatan ini tidak semata – mata di lakukan di dalam ruangan  namun juga bisa untuk persiapan belajar sendiri anak dalam membuat video VLOG yang digunakan untuk menyiapkan siwa agar lebih siap mental dan termotivasi lebih baik lagi  untuk memilih sesuai dengan bakat dan minatnya dengan demikian apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik dapat di salurkan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah demi peningkatan potensi peserta didik.

                                                                                            Gambar. 4

Kegiatan Briefing tentang Proses pembuatan Video VLOG


Gambar 5

Kegiatan Proses  Video di salah satu Tempat Usaha  



Gambar 6

Kegiatan Proses  Video di salah satu Tempat Usaha 

 



B. PERASAAN (FEELING)

Perasaan saat merencanakan aksi nyata ini program yang berdampak pada murid ini adalah  merasa tertantang karena program ini harus menekankan pada aspek dampak langsung pada diri siswa misalnya tentang cara berkomunikasi, cara pengambilan video atau editing Video yang sesungguhnya, disamping itu juga dengan  kegiatan ini siswa ada rasa kebersamaan, kompak, kreatif dan muncul kedispilinan, dan aspek lainnya insya Allah dengan kemampuan kepemimpinan ini bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.

Perasaan saat program ini terlaksana perasaan bahagia dan juga optimis dengan pencapaian program dengan pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama siswa yang sangat antusias terlibat dalam program pembuatan video VLOG  Mempromosikan tempat usaha disekitar Sekolah ini . Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program pembuatan video pengelolaan Tempat Usaha dengan bentuk Video VLOG ini karena saya ikut langsung bergabung dengan anak-anak saat proses pengambilan Video. Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.

 

C. PEMBELAJARAN ( FINDING) YANG DI DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA.

Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid yang memiliki kompetensi social, terampil dalam komunikas, percaya diri, terampil dalam pengambilan video, editing video dan aspek kebersamaan inilah yang mampu untuk meningkatkan nilai kompetensi minat bakat serta jiwa kepemimpinan, sehingga saya sebagai guru berkeyakinan insya Allah akan terwujud  karakter siswa yang memiliki pengetahuan dan kompetensi yang sesuai dengan bakat atau minat murid yang kahirnya  program ini akan bisa mewujudkan profil  pelajar pancasila.

Dari aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid  dengan memanfaatkan lingkungan diluar sekolah.

D.     PENERAPAN KEDEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELKASANAAN DI MASA DEPAN

Dengan dukungan dari semua warga sekolah dan semangat belajar dari setiap murid, guru dan tenaga kependidikan yang semakin menguatkan untuk melaksanakan aksi ini, melihat visi yang sama yaitu untuk peningkatan mutu murid serta sekolah yang berujung pada proses pembelajaran yang berpihak pada murid dan peningkatan kualitas sekolah. Sehingga saya yakin program ini dapat berjalan dengan baik dan berhasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dan disaat murid memperlihatkan hasil kegiatan mereka dalam bentuk video blog yang mereka kreasikan sendiri lengkap beserta pelaporan dan refleksi kegiatan yang telah mereka lakukan maka disitulah saya merasakan keberhasilan dari program ini telah terlaksana dengan baik. Recana perbaikan ke depan yaitu  lebih mengaktifkan kembali kegiatan intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitas dalam proses pembuatan video VLOG tentang pengelolan Kewirausahaan dilingkungan sekiatr sekolah yang konsisten dan bermanfaat bagi semuanya. Selain itu perlu peningkatan kolaborasi guru ,siswa dalam hal ini saat melakukan pemetaan tempat usaha yang tepat untuk dikunjungi, teknik pengambilan video dan proses wawancara ditempat Usaha/Bengkel/Toko. Demikian laporan sekilas tentang kegiatan aksi nyata saya bersama murid-murid SMK Negeri 2 Sukoharjo semoga dimudahkan dan lancar semuanya. Aamiin

Jumat, 17 Juni 2022

Pennanaman Budaya Kerja Industri pada siswa kelas XII Teknik Mekatronika

  

PENANAMAN BUDAYA KERJA INDUSTRI BAGI SISWA KELAS XII TEKNIK MEKATRONIKA MENJELANG UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

Sunardi-CGP-Angkatan 4 Kabupaten  Sukoharjo

A. PERISTIWA (FACT)

Pasca Pandemi Covid-19 yang berlangsung cukup lama menjadikan sekolah berdamapak dalam proses belajar mengajar siswa SMK, sementara di  akhir Pembelajaran siswa harus mampu mengaerjakan soal Praktik dan di uji oleh Pihak Penguji Eksternal atau  Industri, ..Rendahnya minat baca pada peserta didik SMK Negeri 2 Sukoharjo dan kurangnya latihan praktik sehingga  membawa dampak pada kegiatan pembelajaran banyak faktor yang mendorong hal ini terjadi. Budaya belajar dan praktik di bengkel semakin menurun oleh kehadiran Smartphone android. Siswa lebih tertarik membaca potongan – potongan tulisan dan menonton video yang ada di sosial media ini menunjukan minat baca ada namun daya baca rendah dan kemampuan praktik juga kurang , sehingga hal ini mempengaruhi kegiatan pembelajaran. Siswa menjadi kurang aktif dan kurang percaya diri ketika akan mengikuti Uji Kompetensi Kejuruan karena kurangnya latihan praktik dan wawasan yang di miliki, sehingga kurang percaya diri untuk  berani tampil di depan maju satu persatu untuk praktik.

Program penanaman budaya industri ini saya kerja sama dengan PT.Sritex Tbk, sebagai mitra kamai , Budaya Industri ini  merupakan hal yang penting  yang harus di miliki siswa. Sebagian proses ujia kompetensi di pelajaran Praktik di Bengkel  bergantung pada kemampuan dan kesadaran untuk banyak membaca dan berlatih dalam menggunakan alat dan bahan yang tepat dan benar ,kemampuan ini meliputi seluruh keterampilan di kompetensi  dasar di industri yaitu memahami budaya Disiplin, Tertib, Terampil, dan juga mengikuti budaya 5 R atau 5 S sehingga dalam program uji kompetensi ini sesuai dengan salah satu karakteristik dari 7 lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid yaitu lingkungan yang melatih keterampilan yang di butuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik dan non akademik.

Yang dilakukan pada aksi nyata berikut alasan mengapa melaksanakan aksi nyata?

Aksi nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan  kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan siswa Teknik Mekatronika  bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani tampil dan siap untuk melaksanakan uji kompetensi yang di uji dari Perusahaan sehingga denganmelalui proses ini siswa semakin mantap dan siap dalam memasuki dunia kerja atau dunia industry.

 Aksi nyata ini di lakukan untuk mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA dan MELR Yang dilakukan guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah.

Selain itu alasan utama dibalik program ini adalah pada terwujudnya wellbeing siswa atau student wellbeing  dan perkembangan siswa secara holistik, siswa yang bahagia. dan juga memiliki nilai – nilai pribadi yang unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.

Tujuan Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

·       Membangun kesadaran siswa atas pentingnya belajar dan melakukan  proses belajar dan praktik dengan mengaju budaya kerja industri yang sebenarnya

·       Menumbuhkan kemampuan ketrampilan siswa

·       Menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa

·       Menjadikan kegiatan ini sebagai budaya positif di sekolah

·       Melatih kemandirian siswa dalam memecahkan masalah dalam setiap praktik

·       Menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa

Hasil Aksi Nyata yang di lakukan


                                         Dokumentasi sosialisasi program saat Apel Pagi

 

Sosialsisasi Budaya Kerja melalui Running Tex dan MMT di bengkel-bengkel SMK Negeri 2 Sukoharjo


Pengarahan dan Motivasi langsung dari HRD PT. Sritex Tbk Bapak Ir. Sri Saptono Basuki, MM

 


               Pengarahan Teknis oleh Bapak Sunardi, S.Pd.,M.Pd

 


Melatih Jiwa Mandiri dan Kreatifitas

 siswa satu persatu untuk berani tampil kedepan


 

Evaluasi kegiatan oleh Bapak Penguji Eksternal  Bapak . Ir. Sri Saptono Basuki, MM

Dengan terlaksananya program ini ,  maka program ini pada dasarnya di rancang untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi siswa saat menjelang akan diadakan uji kompetensi agar siswa percaya diri dan siap betul dilakukan uji kompetensi  dan menumbuhkan keberanian untuk tampil  dan juga mengedukasi siswa akan penitingnya budaya industry. Siswa-siswi perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan penanaman budaya kerja dan budaya industri yang dilakukan sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu menjunjung budaya yang ada untuk kemajuan pendidikan pada umumnya.. Program ini di perlukan sebuah pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan pelaksanan kegiatan  yang rutin dan berkelajutan dari program ini maka dampak pada murid dalam hal meningkatkan kompetensi dan mengasah kreatifitas siswa serta jiwa kepemimpinan dan juga kepedulian akan pentingnya persiapan diri untuk mengikuti uji kompetensi dan masuk dunia kerja atau dunia industri.

Hasil aksi nyata di SMK Negeri 2 Sukoharjo ini menunjukan bahwa ada perkembangan  terutama jika dibandingkan dengan siswa yang pasca pandemic ini langsung praktik dengan siswa yang ada pembinaan khusus sebelum memulai proses belajar mengajar dan uji kompetensi  yang bombing dan dimotivasi oleh guru dengan menghadirkan dari indusri  sehingga ini bias menjadi bagian  budaya bagi murid – murid ketika akan ujia atau praktik yang diuji dari pihak indsutri  . Satu hal yang menjadi saya bangga sebagai guru mata pelajaran adalah  peserta didik mampu meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan secara mandiri dan lebih kreatif, membuat otak mereka bisa bekerja secara optimal, menambah wawasan, mempertajam diri dalam menangkap informasi dari sumber informasi yaitu memiliki jiwa kepemimpinan yang kompeten , terampil dan dengan keberanian penuh mampu menciptkan seorang pemimpin yang mampu menjadi calon-calon tehnisi yang handal dan professional.

Kegiatan pembinaan tentang budaya kerja dan budaya industry dari perusahaan yang di lakukan di SMK Negeri 2 Sukoharjo  di atas menunjukan bahwa kegiatan ini tidak semata – mata di lakukan di dalam ruangan bengkel  untuk  uji kompetensi namun juga bisa untuk persiapan belajar praktik harian yang digunakan untuk menyiapkan siwa agar lebih siap mental dan termotivasi lebih baik lagi  untuk memilih sesuai dengan bakat dan minatnya . dengan demikian apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik dapat di salurkan dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah demi peningkatan potensi peserta didik.



B.PERASAAN (FEELING)

Perasaan saat merencanakan aksi nyata ini program yang berdampak pada murid ini adalah  merasa tertantang karena program ini harus menekankan pada aspek dampak langsung pada diri siswa misalnya tentang budaya kerja yang sesungguhnya dan budaya industri yang sebenarnya, disamping itu juga dengan rasa, keimanan,  kedispilinan,dan aspek lainnya insya Allah kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.

Perasaan saat program ini terlaksana perasaan bahagia dan juga optimis dengan pencapaian program dengan pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama siswa yang sangat antusias terlibat dalam program penanaman budaya kerja dan budaya industri ini . Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program penamanan budaya kerja dan budaya indsutri ini karena langsung hadir Beliau HRD PT. Sritex di Sekoklah , Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan. Bahkan di akhir pelaksanaan program juga diadakan serah terima sertifikat uji kompetensi dari PT Sritex Tbk yang secara simbolik diberikan kepada Ibu Kepala Sekolah,

Penyerahan sertifikat secara Simbolik oleh HRD PT. Sritex Tbk

dengan Ibu Kepala Sekolah

 

C.PEMBELAJARAN ( FINDING) YANG DI DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA.

Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam budaya kerja dan budaya industry  untuk peningkatan kompetensi minat bakat serta jiwa kepemimpinan, terwujudnya  karakter siswa yang memiliki pengetahuan dann kompetensi yang maksimal dan siap kerja didunia kerja atau dunia industry, karena dari program ini siswa menjadi berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil  pelajar pancasila.

Dari aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas sajanamun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid .

D. PENERPAN KEDEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELKASANAAN DI MASA DEPAN

Recana perbaikan ke depan yaitu  lebih mengaktifkan kembali kegiatan intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitas dalam melakukan penerapan budaya kerja dan budaya indsutri yang konsisten . Selain itu perlu peningkatan kolaborasi guru ,siswa dalam hal kegiatan persiapan uji kompetensi yang menghadirkan motivator dari industri butuh pendampingan dan bimbingan dari guru produktif lainya pada saat melakukan kegiatan persiapan motivasi atau penanaman budaya kerja dan budaya indsutri dari perusahaan  agar program dapat berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Demikian semoga dimudahkan dan lancar semuanya. Aamiin

 

 

 

 

Diklat Pembelajaran Mendalam untuk Pengajar BBGTK Provinsi Jawa Tengah

DIKLAT PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI PENGAJAR PM BBGTK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2025 Sunardi, S.Pd.,M.Pd Peserta Diklat TOT Pembelajaran Mend...